Friday, February 13, 2026

1996: Yang Terindah Hanyalah Sementara

30 tahun telah berlalu...

Antara lagu yang pernah mengusik perasaan remajaku pada tahun 1996 sehingga aku menghamburkan air mata.... dan sekaligus lirik yang terkandung dalam lagu ini memberikan kekuatan kepada qalbuku agar bersandar kepada Allah ialah lagu Yang Terindah Hanyalah Sementara nyanyian Erra Fazira.

1995 dan 1996 ialah tahun yang penuh dengan air mata dek krisis perumahan, krisis kekeluargaan, krisis persekolahan dan krisis percintaan.

Trauma yang dialami tanpa diri sendiri memahami ialah kegelapan bagi jiwa sedang berada di titik terendah sebuah jurang yang dalam.

Akibatnya, pelajaranku terjejas teruk.

Bahkan, kesannya masih berbekas sehingga ke hari ini apabila sekali sekala diriku masih didatangi mimpi buruk yang berulang-ulang mengenai krisis persekolahan pada tahun 1996 dan 1995.

Seolah-olah, jiwaku masih terperangkap dalam tahun 1996 dan 1995.

Apabila Erra Fazira mendendangkan lagu YTHS dengan air mata baru-baru ini, memori ini terimbas kepada tahun 1996 yang sungguh memilukan.

Lirik lagu Yang Terindah Hanyalah Sementara:

Setinggi seluas gunung dan lautan
Sejuta harapan dipertaruhkan
Beronak berliku jalan kulalui
Selagi berupaya kuteruskan

Alangkah sukarnya memadam bayangan masa silam
Di dalam keberanian terusik jua perasaan
Tiada hentinya memanjangkan doa
Semoga jiwa ini terus tabah (semoga terus tabah)

Sesungguhnya saat yang terindah
Hanyalah sementara
Yang terpahat dalam diri
Hanya kenangan dan nestapa oh

Tak rela kuturutkan hati
Menyesali apa terjadi
Andainya begitu suratan
Yang tertulis di azali
Biarlah walaupun kusepi
Sedih pedih dikhianati
Aku kan tetap terus mengorak
Langkah perjalanan ini

Sesungguhnya saat yang terindah
Hanyalah sementara
Yang terpahat dalam diri
Hanya kenangan dan nestapa oh

Tak rela kuturutkan hati
Menyesali apa terjadi
Andainya begitu suratan
Yang tertulis di azali
Biarlah walaupun kusepi
Sedih pedih dikhianati
Aku kan tetap terus mengorak
Langkah perjalanan ini

Beronak berliku jalan kulalui
Selagi berupaya kuteruskan 

No comments:

Post a Comment